Selasa, 04 Oktober 2011

Mengenal الله

Mengenal الله


ALLAH SEBUTAN BAGI KEBERADAAN ITU SENDIRI, WUJUD KESEJATIAN, KEBENARAN .. YANG ADA HANYA DIA DENGAN SEGALA MANIFESTASI MAUJUDNYA baik berupa sifat ,energi, MATERI, DIRI KITA dll.. ALLAH (ALL THAT IS).. TAPI ALLAH KESEJATIANNYA SENANTIASA DI LUAR PIKIRAN.. DIA MEMPUNYAI ASPEK TRANSENDEN MAUPUN IMANEN... YANG DI LUAR MAUPUN YG DI DALAM.. BAHKAN DALAM TUBUH ENERGI DIRI KITA TRDAPAT TANDA-NYA JALUR NADI IDA, PINGGALA & SHUMSUNA.. MEMBENTUK TRISULA YG MMBNTUK LAFAZH ALLAH... SEBUTAN ALLAH DALAM SUFI UNTUK MENISBATKAN DIA DENGAN SEGALA PENGHIMPUNAN ASPEK, KUALITAS, SIFAT YANG MASIH BISA DIKENAL DITANGKAP PEMAHAMAN MANUSIA (IMANEN).. NAMUN SEKALIGUS KUALITASNYA DIANGGAP BERBEDA LEBIH DARI YANG LAIN MLMAMPAUI SEGALA PEMAHAMAN MANUSIA (TRANSENDEN) SHINGGA BIASA DISEBUT DENGAN PENAMBAHAN KATA MAHA (DLM BHS INDO).. AL.. ETC/DLL.. ISTILAH SEBUTAN SUFI UNTUK MERUJUK PD ASPEK TRANSENDEN-NYA YG MUTLAK MELAMPAUI SEGALA PEMAHAMAN MANUSIA..ADALAH "HU".. DIA DENGAN SIFAT YG TDK KITA KENAL.. YG SERBA TRSEMBUNYI DI BALIK SEGALA SESUATU BAHKAN PADA PENYEBUTAN NAMA ALLAH... HU SNANTIASA DI BALIKNYA.. MESKI TAK TERBACA... NETI.... NETI... TAT TWAM ASI.... ANA AL-HAQQ

Selasa, 15 Februari 2011

Sarang Semut

sangat bermanfaat untuk pengobatan
Dr. M. Ahkan Subroto, Ahli Peneliti Utama LIPI menyatakan senyawa aktif yang terkandung dalam Sarang Semut itu adalah Flavonoid, Tanin, dan Poliefenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh,
untuk lebih lengkapnya bisa dibaca keterangan di bawah ini Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut
No Parameter Satuan Nilai
01 Energi Kkal/100 g 350,52
02 Kadar air g/100 g 4,54
03 Kadar abu g/100 g 11,13
04 Kadar lemak g/ 100 g 2,64
05 Kadar protein g/100 g 2,75
06 Kadar karbohidrat g/100 g 78,94
07 Tokoferol mg/100 g 31,34
08 Total fenol g/100 g 0,25
09 Kalsium (Ca) g/100 g 0,37
10 Natrium (Na) mg/100 g 68,58
11 Kalium (K) g/100 g 3,61
12 Seng (Zn) mg/100 g 1,36
13 Besi (Fe) mg/100 g 29,24
14 Fosfor (P) g/100 g 0,99
15 Magnesium (Mg) g/100 g 1,50
Dalam Sarang Semut juga ditemukan kandungan bermanfaat lainnya,
seperti Tokoferol, Magnesium, Kalsium, Besi, Fosfor, Natrium, dan Seng.
Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut juga menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin.
Berikut adalah keterangan singkat beberapa zat aktif bermanfaat yang terkandung dalam Sarang Semut: - Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker.
Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid.
Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus.
Fungsi flavonoid sebagai anti virus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV /AIDS dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperi asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan perionditis (radang, jaringan ikat penyangga akar gigi).
Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiprofilisasi, penghambatan siklus sel, induksi apaoptosis, diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobtan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut . - Tanin merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih dalam tubuh.
Dalam bidang pengobatan Tanin digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir.
Karena itu kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini. - Polifenol adalah asam fenolik dan flavonoid.
Polifenol banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein Rata-rata manusia bisa mengonsumsi polifenol dalam seharinya sampai 23 mg.
Khasiat dari polifenol adalah anti mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan atau senyawa yang menghilangkan radikal bebas.
Molekul yang tidak stabil ini adalah produksi dari metabolisme normal yang menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan penyakit lain. -Tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm.
Ananlisis antioksidan dari estrak kasar tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa estrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC 50 sebesar 48,6 ppm.
Sementara alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC 50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. -Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm.
Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam -Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuseluler.
Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut , misalnya, khasiat dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan peredaran darah, mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual. -Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, implus saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transporoksigen, aktivor enzim. -Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memilki peranan dalam keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan implus saraf, dan kesimbangan asam-basa.
Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. - Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf.
Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuskuler. Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.
Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.
Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya. Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.
Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan Sarang Semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa¬tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm.
IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Dalam sistem metabolisme tubuh, Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah.
Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim.
Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh ekstrak tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat.
Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan flavonoid. Fenomena ini yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan Sarang Semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris.
Selain itu dalam penelitiannya Dr. M. Ahkan Subroto melihat adanya penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh estrak Sarang Semut, hal ini menunjukkan bahwa estrak Sarang Semut setera dengan aktivitas allopurinol, obat kimia komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat.
Namun, bila dampak dari allopurinol bisa meningkatkan kadar kreatin hingga merusak ginjal, maka Sarang Semut selain menurunkan asam urat juga akan memperbaiki fungsi ginjal. “Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat.
Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi.” – Dr Muhammad Ahkam Subrat, Peneliti Sarang Semutt. Dan tidak menutup kemungkinan masih akan ditemukannya senyawa-senyawa aktif lainnya yang belum terungkap dari Sarang Semut, yang menjelaskan ada apa dibalik semua khasiat luar biasa dari Sarang Semut yang membantu kesembuhan begitu banyak orang dari berbagai penyakit. (Sumber: Buku “Gempur Penyakit dengan Sarang Semut” Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro dan Deherba.com)
BERMINAT Hubungi : 085732221255 (Khalid Faruqi)
HARGA : 1. Eceran : Rp. 30.000,- / kotak 2. 50 kotak : Rp. 25.000,- / kotak 3. 100 kotak: Rp. 21.000,- / kotak 4. 250 kotak: Rp. 20.000,- / kotak

Wanita Dalam Masyarakat Islam

Bahaya Mempekerjakan Wanita dengan Pekerjaan Laki-laki. (bagian 5)
"WANITA DALAM MASYARAKAT ISLAM" oleh DEWI ALFIANY, Tangerang, Feb 2011.
Dengan demikian kita mengetahui bahwa sesungguhnya bekerjanya wanita di 
dalam profesi kaum lelaki dengan tanpa ikatan dan batas-batas itu tidak 
diragukan sangat berbahaya dari berbagai segi sebagai herikut:
1. Berbahaya bagi diri wanita itu sendiri, karena ia kehilangan 
kewanitaannya dan karakternya dan ia jauh dari rumah dan anak-anaknya. 
Sehingga banyak dari kaum wanita yang mandul, bahkan ada yang mengatakan 
bahwa mereka itu "jenis manusia ketiga," artinya tidak laki-laki dan 
tidak perempuan.
2. Berbahaya bagi suaminya, karena suaminya kehilangan sumber 
kebahagiaan dan kemesraan, karena yang banyak diperbincangkan adalah 
permusuhan, pengaduan problem kerja, perlombaan dengan kawan-kawan 
seprofesi isterinya. Terutama suami akan kehilangan sifat 
kepemimpinannya dalam keluarga, karena perasaan isterinya yang sudah 
merasa tercukupi dengan pekerjaannya bahkan mungkin gaji isterinya lebih 
besar daripada gaji suaminya, sehingga isterinya merasa berada di 
atasnya. Ini belum lagi dengan perasaan cemburu dan ragu dari suaminya 
yang sering terjadi.
3. Berbahaya bagi anak-anaknya, karena kasih sayang ibu, hati ibu dan 
pemeliharaan ibu tidak bisa diganti dengan pembantu atau pelayanan di 
sekolah. Maka bagaimana mungkin anak-anak bisa memperoleh itu semua dari 
seorang ibu yang menghabiskan hari-harinya di tempat kerja, dan ketika 
pulang ke rumah ia sudah lelah, capek dan pusing. Karena itu kondisi 
fisik maupun kejiwaannya tidak memungkinkan untuk memberikan tarbiyah 
dengan baik terhadap anak-anaknya.
4. Berbahaya terhadap pekerjaan itu sendiri, karena wanita itu akan 
banyak terlambat dan absen dari kerjanya, karena banyaknya 
halangan-halangan yang tidak bisa dielakkan, seperti datang bulan, 
hamil, melahirkan dan menyusui dan lain sebagainya. Ini semuanya 
ditinjau menurut disiplin kerja dan perhitungan produktivitas yang baik.
5. Berbahaya bagi kaum laki-laki, karena setiap wanita yang bekerja 
selalu mengambil posisi kaum lelaki yang lebih layak bekerja di 
dalamnya. Selama di masyarakat masih ada kaum lelaki yang menganggur, 
maka kerja wanita membahayakan bagi mereka.
6. Berbahaya terhadap moral, karena wanita telah kehilangan rasa malu 
dan bahaya bagi akhlaq laki-laki, karena kehilangan rasa cemburu. Dan 
membahayakan akhlaq generasi, karena mereka kehilangan pendidikan yang 
baik sejak kecil serta membahayakan akhlaq masyarakat semuanya ketika 
mencari harta dan menambah income itu menjadi tujuan utama yang dikejar 
oleh manusia meskipun harus mengorbankan nilai-nilai akhlaq dan moral.
7. Berbahaya terhadap kehidupan sosial, karena wanita keluar dari 
fitrahnya dan meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Ini bisa merusak 
kehidupan dan membuat kegoncangan jiwa.

Sabtu, 05 Februari 2011

menata ulang pikiran

Menata Ulang Pikiran





Kita lahir ke dunia sebagai manusia, diikat oleh tiga belenggu, yaitu belenggu pikiran [manas], ahamkara [ke-aku-an] dan sthula sarira [badan fisik]. Dimana manas [pikiran] adalah pelopor dari kedua belenggu yang lain, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Sehingga halangan besar manusia di dalam evolusi bathin adalah pikirannya sendiri. Dan langkah evolusi bathin terpenting adalah melampaui pikiran [berhenti didikte oleh pikiran] dan meniadakan ke-aku-an [nirahamkarah].

Sayangnya ini adalah hal yang berat dan tidak mudah untuk dilakukan. Terutama karena kita telah mengotori bathin kita selama jutaan kelahiran sebelumnya. Tapi dalam tahapan-tahapan evolusi bathin, langkah pertama bisa kita mulai dari selalu tekun dan sadar untuk selalu berpikir positif. Karena pikiran negatif akan membimbing kita menuju kemarahan, kebencian, permusuhan dan kegelapan bathin. Sebaliknya pikiran positif akan membimbing kita menuju kebaikan, welas asih, kedamaian, pikiran yang terkendali dan jalan kesadaran.

 

 
-[Sampai di suatu ketika, di suatu moment kita bisa sadar bahwa baik yang positif maupun negatif hanyalah refleksi dari persepsi pikiran kita sendiri]-.

1. MANACIKA [BERPIKIR POSITIF] : LANGKAH PERTAMA BAGI PEMULA

Bayangkan ketika istri kita sedang ngomel-ngomel cerewet, kalau kita berpikir negatif kita akan marah dan bertengkar. Sebaliknya kalau kita berpikir positif, “istri saya sedang mengingatkan kekurangan saya, istri saya sedang membimbing saya menjadi lebih baik, istri saya mengajarkan saya untuk belajar sabar”, maka kita tidak jadi marah dan bertengkar. Bisa jadi malah sayang-sayangan.

Bayangkan kalau anak kita nakal sekali, kalau kita berpikir negatif kita akan marah dan menyakiti anak kita. Sebaliknya kalau kita berpikir positif, “anak saya sedang bereksplorasi, anak saya penuh kreasi dan imajinasi, nakal adalah cara seorang anak bertumbuh menuju dewasa”, maka kita tidak jadi marah dan menyakiti anak kita. Kita akan membimbingnya untuk menyalurkan hal tersebut, misalnya dengan bermain.

Bayangkan kalau teman kantor memfitnah kita atau tetangga melempar rumah kita dengan batu, kalau kita berpikir negatif kita akan marah, benci, dendam dan balas menyakiti. Sebaliknya kalau kita berpikir positif, “dia sedang membimbing saya masuk surga atau bahkan merealisasi moksha, dia sedang memberi saya kesempatan membayar hutang karma”, maka kita tidak jadi marah, benci, dendam dan balas menyakiti. Karena kalau kita mampu membalas fitnah dengan kesabaran dan bahkan dengan kebaikan, bukankah kemungkinan masuk svarga loka atau merealisasi moksha menjadi lebih tinggi ?

Bayangkan kalau kita sedang terbaring lemah di rumah sakit, kalau kita berpikir negatif kita akan sedih, bingung, menyesal dan murung. Sebaliknya kalau kita berpikir positif, “semesta sedang mengingatkan saya betapa berharga waktu kita sehat, semesta sedang memberikan saya jeda waktu untuk merenungkan makna kehidupan, semesta sedang memberikan saya kesempatan untuk membayar hutang karma, semesta sedang mengajarkan saya untuk menjadi sabar dan bijaksana.”, maka kita tidak jadi sedih, bingung, menyesal dan murung.

Ketenangan-kesejukan bathin yang timbul dari ketekunan untuk selalu berpikiran positif ini akan membuat kita bisa menyelaraskan diri dengan situasi keadaan apapun. Kita tidak akan terseret oleh api sad ripu seperti kemarahan, rasa penasaran, penyesalan, kesedihan, keserakahan, dll.

>> Sebelum kita menilai sebuah situasi sebagai buruk, menyedihkan, sial, dll, dalam banyak sekali kasus kita tidak sadar bahwa PIKIRAN kita sendirilah yang negatif, sehingga sebuah situasi juga terlihat negatif.
>>Sebelum kita menilai orang lain sebagai salah, jahat, sesat, tidak punya malu, dll, dalam banyak sekali kasus kita tidak sadar bahwa PIKIRAN kita sendirilahlah yang kotor, sehingga orang lainpun terlihat kotor.

Kita tidak melihat hal-hal sebagai mana adanya, kita melihat hal-hal itu sebagaimana keadaan pikiran kita sendiri.

Sehingga sebelum kita memberi label buruk, kotor atau negatif kepada orang lain atau sebuah situasi, yakinkan diri dengan sekuat-kuatnya bahwa hanya PIKIRAN kita sendirilah yang negatif.

Bagaimana kehidupan kita akan berjalan, kemana evolusi bathin kita akan bergerak, sangat dipengaruhi oleh PIKIRAN kita sendiri. Dan selalu tekun dan sadar untuk SELALU BERPIKIRAN POSITIF sangat menyelamatkan, baik menyelamatkan diri kita sendiri maupun orang lain. [Apalagi kalau hidup ini kita kemudian kita isi dengan welas asih dan kebaikan].

Dengan catatan hal ini hanya boleh dipahami melalui bathin yang jernih dan bening. Setelah itu, barulah kita semua akan bisa masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang realitas diri yang sejati [Atma Jnana].

Note : Ini adalah langkah awal yang sangat penting bagi pemula, bagi mereka yang bathinnya masih penuh kekotoran.

2. MEMAHAMI RIAK-RIAK PIKIRAN : LANGKAH KEDUA [LANGKAH YOGA]

Kembali ke awal bahwa halangan besar manusia di dalam evolusi bathin adalah pikirannya sendiri. Dan langkah evolusi bathin terpenting adalah bagaiman melampaui pikiran [berhenti didikte oleh pikiran] dan meniadakan ke-aku-an [nirahamkarah].

Bagaimana melampaui pikiran dan meniadakan ke-aku-an ? Sadar bahwa baik yang positif maupun negatif hanyalah refleksi [bayangan] dari persepsi pikiran kita sendiri.

Maharsi Patanjali dalam buku Yoga Sutra menulis : "Yoga citta vritti nirodha” [yoga adalah aktifitas menghentikan riak-riak pikiran].

>>> Kesedihan, kemarahan, hawa nafsu, dll, muncul dari pikiran. Dari pengalaman dan hal-hal yang kita beri label negatif [tidak menyenangkan, menyakitkan, dll]. Begitu bayangan pikiran ini hilang atau pikiran teralih ke hal yang lain, maka dengan sendirinya semua emosi negatif tadi lenyap. Dia baru akan muncul kembali kalau bayangan pikiran kita kembali tertuju kepada pengalaman dan hal-hal yang kita beri label negatif tadi.

>>> Kebahagiaan, kesenangan, suka-cita, dll, juga muncul dari pikiran. Dari pengalaman dan hal-hal yang kita beri label positif [menyenangkan, memuaskan, dll]. Begitu bayangan pikiran ini hilang atau pikiran teralih ke hal yang lain, maka dengan sendirinya semua emosi positif tadi lenyap. Dia baru akan muncul kembali kalau bayangan pikiran kita kembali tertuju kepada pengalaman dan hal-hal yang kita beri label positif tadi.

Ini berarti bahwa pembuat segala emosi dan perasaan [baik positif maupun negatif] kita adalah bayangan persepsi pikiran kita sendiri. Segala sesuatu pengalaman dan kejadian yang terjadi dalam hidup kita sejatinya adalah hal yang wajar dan alami di dalam hukum-hukum semesta [hukum rta dan hukum karma]. Dia  tidak membawa kebahagiaan maupun kesedihan. Baik kebahagiaan maupun kesedihan, adalah produk dari riak-riak pikiran kita [permainan pikiran kita sendiri]. Begitu riak-riak pikiran kita berhenti, maka berarti berhenti pula baik kebahagiaan maupun kesedihan. Bukan berarti tidak berpikir, tapi berhenti didikte oleh pikiran. Bukan bahagia maupun sengsara, bukan puas maupun kecewa. Yang ada hanyalah kehidupan ini sebagaimana adanya, wajar dan mutlak. Disanalah ”sesuatu yang lain” akan muncul, yang disebut sebagai Atma Jnana.

Jalan dharma bukanlah tentang menjadi bahagia. Melainkan menjadi sadar bahwa tidak ada perbedaan antara mendapat pujian dan penghormatan orang dengan mendapat penghinaan dan pelecehan. Keduanya hanya didengar dengan penuh welas asih. Menjadi sadar bahwa tidak ada perbedaan antara mendapat kebahagiaan dengan mendapat kesedihan. Keduanya hanya dijalani dengan penuh welas asih. Yang bagus tidak menjadi akar kesombongan, yang jelek tidak menjadi akar kemarahan & permusuhan. Perasaan suka-tidak suka, sedih-bahagia, untung-rugi [semua dualitas] berhenti mensabotase realitas diri yang sejati.

Pikiran yang membanding-membandingkan, menilai, memilah-milah, adalah permainan pikiran yang menjadi sumber ledakan konflik-konflik batin. Realitas diri kita yang sejati terletak di atas segalanya ini. Hanya mereka yang memahami dan mengalami ini-lah yang dapat menyentuh Atma Jnana [kesadaran akan realitas diri yang sejati].

Note : Untuk dapat memahami hal ini, kita seyogyanya dalam keseharian selalu tekun berpikir positif [manacika] dan tekun hidup dengan welas asih dan kebaikan.Keduanya adalah pondasi dasar yang menentukan dari yoga. Kemudian langsunglah berpraktek meditasi.